Siapkan dua lembar kain ihram.
Satu lembar untuk bawahan. Satu lembar untuk atasan. Keduanya tanpa jahitan.
Gunakan kain bawahan lebih dulu.
Lingkarkan kain di pinggang. Tutupi dari pusar sampai mata kaki. Pastikan kain tidak terlalu panjang agar tidak terinjak.
Kencangkan kain bawahan.
Lipat bagian atas ke dalam. Gunakan sabuk ihram atau ikat kain dengan kuat. Pastikan tidak mudah lepas saat berjalan.
Pasang kain atasan.
Letakkan kain di bahu kiri dan kanan. Tutupi dada dan punggung. Posisi ini digunakan sebelum thawaf.
Buka bahu kanan saat thawaf.
Saat thawaf pertama sampai ketujuh, buka bahu kanan. Kain tetap menutup bahu kiri. Setelah thawaf selesai, tutup kembali bahu kanan.
Pastikan aurat tertutup.
Aurat laki laki adalah dari pusar sampai lutut. Periksa posisi kain sebelum berjalan atau duduk.
Gunakan pakaian ihram sebelum niat.
Pakai kain ihram sebelum sampai miqat. Setelah siap, baru lakukan niat umrah atau haji.
Hindari pakaian tambahan.
Jangan memakai pakaian berjahit, kaos, celana, atau pakaian dalam. Sandal boleh dipakai selama tidak menutup mata kaki.
Jaga kebersihan kain ihram.
Kain boleh dicuci atau diganti jika kotor. Tetap jaga larangan ihram selama belum tahallul.
Untuk perempuan.
Perempuan tidak memakai kain ihram khusus. Gunakan pakaian tertutup, longgar, dan nyaman. Wajah dan telapak tangan tidak ditutup.
Dengan cara ini, kain ihram terpasang rapi, aman, dan sesuai tuntunan ibadah. Kamu bisa bergerak nyaman selama umrah dan haji.